Berdirinya Rumah Bersalin Desideria Sandai dilatarbelakangi keprihatinan kurangnya tenaga pelayanan kesehatan di Sandai. Sandai merupakan wilayah kecamatan yang terletak pada jarak tempuh 245 km dari kota Ketapang. Banyak orang sakit dan ibu-ibu hamil yang mau periksa kehamilan dan melahirkan harus pergi ke Menyumbung menggunakan motor air menempuh jarak tempuh dengan waktu 8-10 jam. Masyarakat Sandai merasa bahwa kesehatan itu penting dan sungguh-sungguh membutuhkan pelayanan kesehatan khususnya pada kesehatan ibu dan anak.

Pada tahun 1987 kelompok ibu-ibu di Sandai mengadakan dialog dengan tokoh masyarakat, agama dan juga dihadiri dengan Sr. Marianne, OSA, yang minta bantuan supaya diadakan pelayanan kesehatan di Sandai. Dalam dialog ini semua pihak menyambut baik niat ibu-ibu tersebut dan menghasilkan kesepakatan bahwa pihak Yayasan Pelayanan Kasih menyediakan diri membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan dengan cara mendirikan rumah bersalin di Sandai.

Selanjutnya diproses untuk memperoleh ijin mendirikan Rumah Bersalin. Ketika perijinan sudah selesai, kemudian dicarilah tanah yang letaknya di pusat kecamatan Sandai. Akhirnya salah seorang tokoh masyarakat, yaitu Pak Ahuang, dengan ikhlas hati melepaskan tanahnya yang luasnya lebih kurang 500 m2 dengan harga yang tidak mahal. Disinilah kemudian didirikan rumah bersalin sesuai rencana peruntukkannya.

Proses pembangunan rumah bersalin berlangsung selama tujuh bulan. Impian dan keinginan ibu-ibu tercapai dengan melihat bangunan Rumah Bersalin sudah berdiri. Waktu itu, lingkungan sekitar masih sepi, belum banyak rumah-rumah penduduk. Rumah Barsalin berdiri di pusat kecamatan dan dipinggir sungai Pawan yang membelah pusat kecamatan tersebut. Dengan didirikan unit kesehatan tersebut, dibangun juga komunitas susteran “St. Augustinus”.

Berkat dukungan kerjasama semua pihak pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, akhirnya Rumah Bersalin dapat berdiri dan diresmikan oleh Bupati Ketapang yaitu Bapak M. Abdulah, SH dan diberi nama Rumbah Bersalin Desideria. Nama Desideria, sebagai nama rumah bersalin diusulkan oleh Nyonya Tahar yang juga termasuk tokoh masyarakat Sandai. Rumah Bersalin Desideria Sandai, berdiri dengan ijin nomor : 445/158/Kesra/88.

Pada akhir tahun 1988, RB Desideria mulai beroperasi, yang menjadi tenaga medis pemula yaitu Sr. Agneta, OSA, sebagai tenaga part time, bidan Rupina Esien, perawat Maria Enigo dan Susimawati sebagai tenaga full time. Dengan demikian rumah bersalin Desideria menjadi salah satu unit pelayanan kesehatan yang secara langsung keberadaannya sungguh diharapkan oleh masyarakat dan diakui oleh pemerintah. Rumah bersalin Desideria beralamat di RT 6/RW3, Dusun Indralaya, Desa Sandai Kanan, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Wilayah kerjanya meliputi 4 kecamatan, yaitu: Kecamatan Sandai, Kecamatan Hulu Sungai, Kecamatan Sungai Laur dan Kecamatan Nanga Tayap.

Penanggungjawab
dr. Lie Sua Chiaw
Visi Rumah Bersalin Desideria Sandai
Melayani dengan penuh cinta kasih
Misi Rumah Bersalin Desideria Sandai
  • Memberikan pelayanan secara menyeluruh dan dengan penuh cinta
  • Meningkatkan kualitas pelayanan yang professional (kreatif, inovatif serta bersikap empati, sopan, tamah dan rela berkorban)
  • Menjadi pelayan yang berkualitas dan bertanggungjawab serta percaya diri
  • Menciptakan suasana persaudaraan dalam pelayanan.
Motto Rumah Bersalin Desideria Sandai
Senyum, sapa,dan penuh cinta.