Pembangunan dibidang kesehatan didaerah Keuskupan Ketapang (Kab. Ketapang) dilaksanakan dalam rangka peningkatan kesehatan dengan peran serta masyarakat, mengutamakan pelayanan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, daerah terpencil dan pemukiman baru. Tujuan yang ingin dicapai dalam program kesehatan nasional juga menjadi aspirasi karya kesehatan. Upaya diprogramkannya melalui peningkatan jumlah tenaga medis dan para medis, serta membangkitkan masyarakat untuk berperan serta , dan bertanggung jawab atas kesehatan sendiri. Tujuannya melaksanakan pertolongan medis yang sederhana (Preventif dan Kuratif), membentuk posyandu dengan cara melatih kader kesehatan di daerah binaannya.

Pembangunan unit kesehatan pada masa itu masih berfokus dimana komunitas suster berada disitu peluang untuk dibangun Balai Pengobatan. Memang pembangunan tersebut dengan berbagai pertimbangan terutama tenaga yang masih terbatas serta tenaga paramedis juga kebanyakan para suster. Didalam pengawasan operasional unit tersebut lebih mudah, mengingat diunit tersebut terdapat komunitas susteran. Program inilah yang melatar belakangi dibukanya Balai Pengobatan di daerah yang terpencil dan tidak terjangkau oleh pemerintah, salah satunya balai pengobatan di Manjau yang selajutnya dinamai Balai Pengobatan St. Monika Manjau. Balai Pengobatan St. Monika Manjau didirikan tahun 1985, jaraknya 85 km dari Ketapang, tepatnya di desa Manjau-Laman Satong, Kec. Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang dengan surat ijin nomor : 645/381/Bang/1985.

Pada tahun 2015 Pengobatan St Monika genap usia 30 tahun. Perjalanan karya pelayanan Balai Pengobatan St. Monika Manjau mengalami situasi pasang surut. Setelah mempertimbangkan dan mengingat peran fungsi dan manfaat Balai Pengobatan ST Monika bagi warga Masyarakat Manjau dan sekitarnya, Pengurus Yayasan memutuskan tetap mempertahankan operasional Balai Pengobatan ini, kendati tidak ada lagi susteran di tempat tersebut. Akses jalan yang dibuka dari satong melewati Manjau memberi ruang gerak yang sangat mendukung. Jarak tempuh dari Ketapang relatif singkat, sehingga roda perkonomian masyarakat manjau mengalami perkembangan secara signifikan.

Peran Balai Pengobatan Santa Monika Manjau bagi masyarakat tetap diharapkan sehingga Pengurus YPKA memutuskan mempertahankan operasional Balai Pengobatan ini. Dalam sambutan dukungan moril oleh Kepala Desa Laman Satong pada acara perayaan 30 tahun berdirinya balai pengobatan ini menyampaikan bahwa masyarakat sangat bersyukur operasional Balai Pengobatan St. Monika tetap dipertahankan dan berharap hendaknya dibuka juga program pembinaan kesehatan mental putra-putri anak-anak sejak dini di Manjau.

Bertepatan dengan perayaan 30 tahun BP Manjau Sr. Felisitas, OSA, Ketua Yayasan Pelayanan Kasih Agustinian menugaskan Sdr. Imanuel, Amd.Kep. untuk memberikan pelayanan kesehatan dan menetap di Balai Pengobatan St Monika Manjau mulai Juni 2015. BP St. Monika Manjau dalam perkembangannya selalu dipantau dari RS Fatima Ketapang. Dalam satu minggu satu kali ada perawat membantu pelayanan disana dan setiap bulan sekali ada kunjungan pelayanan khusus tenaga dokter dan bidan dari RS Fatima Ketapang.

Penanggungjawab
dr. Yohanes Suandrianno