Sejalan semakin bertambahnya jumlah anggota Kongregasi OSA memungkinkan untuk perluasan kerasulan di daerah pedalaman maka Sr. Maria-Paulo dan Sr. Laetitia berkunjung ke Menyumbung, untuk melihat kemungkinan membuka tempat karya kerasulan baru. Pada tahun 1973 Kongregasi OSA memutuskan membangun komunitas baru sekaligus membuka poliklinik. Pendirian poliklinik berdasarkan surat ijin BP/BKIA “Ria Rantai I”, nomor :1380/II-G/5’73, namun operasional poliklinik tersebut baru dimulai pada tahun 1974. Unit karya kesehatan di Menyumbung merupakan yang kedua di daerah pedalaman Ketapang setelah Tumbang Titi. Unit pelayanan kesehatan Ria Rantai menyumbung merupakan unit yang dibangun setelah BKIA Tumbang Titi. BKIA Tumbang Titi pada akhirnya ditutup dan diserahkan ke pemerintah.

Segala proses dan pengelolaan unit kesehatan pada waktu itu masih bersifat ijin praktek perorangan para suster yang memenuhi syarat untuk membuka ijin. Belum dikelola secara tersetruktur dan organisasi yang baik serta tidak ada badan hukum yang mengayomi dalam pelayanan karya tersebut. Pembangunan unit karya semata-mata hanya untuk memberikan kesaksian cinta kasih dalam kerasulan serta warta penyelamatan dan kemanusiaan.

Dalam perkembangannya BP Menyumbung masuk dalam tanggungjawab pengelolaan Yayasan Pelayanan Kasih Agustinian. Balai Pengobatan Ria Rantai 1 memberi pelayanan kepada masyarakat luas. Balai Pengobatan Ria Rantai 1 menyumbung terletak 297 km dari kota Ketapang, tepatnya di jalan Petinggi Dura, Desa Menyumbung, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Kalimantan Kalimantan Barat.

Penanggungjawab
dr. Lie Sua Chiaw