Profil YPKA

Yayasan Pelayanan Kasih Agustinian (disingkat YPKA) merupakan perwujudan dari perkembangan dinamika salah satu karya Kongregasi OSA bidang pelayanan kesehatan.


Visi & Misi YPKASasaran YPKAMotto & Logo Struktur Organ YPKA Program Sosial

Berkat sambutan hangat inilah yang memberi ruang gerak lebih luas para suster untuk mengembangkan karya kesehatan secara lebih lanjut. Peran ketiga suster tersebut yang menjadi cikal bakal karya pelayanan kesehatan menonjol dikembangkan Kongregasi OSA Ketapang, yang akhirnya dikelola YPKA.

Unit Karya yang pertama didirikan adalah Klinik Bersalin Fatima pada tanggal 2 September 1962. Empat tahun kemudian statusnya ditingkatkan menjadi RB/BKIA. Peningkatkan status unit karya dibarengi peningkatan kualitas pelayanan, fasilitas kesehatan, dan perluasan bangunan. Unit karya ini terus berkembang hingga sekarang menjadi Rumah Sakit Fatima, sebagai rumah sakit umum swasta yang terkemuka dan diperhitungkan di Kalimantan Barat.

Karya berikutnya menyusul didirikan Rumah Sakit Sumber Sentosa di Malang, Jawa Timur, yang diresmikan 2 Pebruari 1971 oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan diberkati oleh Mgr. Albers, Ocarm, Uskup Malang. Sejalan bertambahnya jumlah panggilan membiara anak-anak pribumi maka dilakukan perluasan karya-karya kerasulan bidang kesehatan di daerah pedalaman Kalimantan. Pengelolaan unit-unit karya yang didirikan masih bersifat ijin praktek perorangan atas nama suster yang memenuhi syarat mendapatkan ijin praktek. Karya pelayanan kesehatan belum dikelola secara terorganisasi serta belum ada badan hukum yang mengayominya.

Memasuki dekade tahun 80-an tarekat mulai memikirkan unit-unit karya kesehatan untuk dikembangkan dari aspek kualitas pelayanannya melalui peningkatan sarana prasarana, alat / obat kesehatan, dan kompetensi tenaga kesehatannya. Untuk mencapainya diperlukan organisasi yang kuat dan berbadan hukum, maka pemimpin Kongregasi OSA memutuskan Yayasan Usaba yang digunakan untuk segala proses perijinan operasional karya kesehatan. Yayasan Usaba merupakan badan hukum milik Keuskupan Ketapang sebagai wadah operasional karya-karya kerasulan yang berada di wilayah Keuskupan Ketapang (Kabupaten Ketapang).

Menyikapi perkembangan hukum perundang-undangan, Kongregasi OSA berupaya lebih mengembangkan karya secara organisasional maupun kualitas pelayanannya. Dekade tahun 90an merupakan masa sangat penting karena karya kerasulan dikembangkan ke arah kemandirian dari segi pengelolaan organisasinya maupun strategi pengembangan unit karya. Kongregasi OSA mendirikan badan hukum berbentuk yayasan dinamai Yayasan Pelayanan Kasih, dengan Akta pendirian Yayasan nomor 33, tanggal 20 Desember 1990, dibuat di hadapan Notaris Eddy Dwi Pribadi, SH., Notaris di Ketapang.

Oleh sebab itu, karya-karya Kongregasi OSA yang berpayung Yayasan Usaba ditarik dan diambil alih kembali pengelolaannya oleh Yayasan Pelayanan Kasih (disingkat YPK). Melalui kemandirian ini unit-unit karya kesehatan lebih leluasa dalam pengelolaan, pengembangan, dan dapat diambil kebijakan stategis agar unit karya lebih mampu berdaya saing seiring perkembangan jaman. Program prioritas utama YPK adalah meningkatkan kualitas pelayan kesehatan yang profesional, alat/ obat kesehatan, status unit, dan sarana prasarana bangunannya sehingga makin dirasakan peran dan manfaatnya bagi masyarakat luas.

Selama berkiprah YPK telah memberikan andil yang sangat baik dalam pembangunan masyarakat terutama dibidang kesehatan dan sumber daya manusia. YPK konsen berjuang dan melayani masyarakat kecil dengan meningkatkan derajat kesehatan dan kehidupan masyarakat pedalaman. Unit karya yang didirikan berjumlah 13 unit karya, terdiri dari: 2 rumah sakit (RS Sumber Sentosa Jawa Timur dan RS Fatima Ketapang), 1 RB (Rumah Bersalin), 2 BP /BKIA (Balai Kesehatan Ibu Anak), 8 BP (Balai Pengobatan), yang tersebar hampir diseluruh kecamatan pedalaman Ketapang, yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan pemerintah. Menghadapi dinamika masyarakat dan perubahan aturan-aturan permerintah menyangkut mutu, standarisasi, sumber daya manusia, prosedur perijinannya dan layanan kesehatan pemerintah sudah menjangkau pedalaman dengan dibangunnya Puskesmas maupun Polindes maka ada beberapa unit karya diputuskan tutup operasionalnya.

Anggaran Dasar YPK telah mengalami penyesuaian terhadap perubahan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan akta nomor 27, tanggal 15 Januari 2007, di hadapan Notaris Sigit Suseno, SH., Notaris di Ketapang, juga memperbaiki dengan menambah nama Agustinian pada Yayasan Pelayanan Kasih, yang selanjutnya yayasan ini bernama YAYASAN PELAYANAN KASIH AGUSTINIAN (disingkat YPKA).

Yayasan Pelayanan Kasih Agustinus berjuang dengan semangat sehati sejiwa dalam pelayanan tak kenal lelah mengamalkan kasih yang tulus untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera. YPKA mewujudkan karya pelayanan kesehatan masyarakat melalui unit-unit karya dan kegiatan-kegiatan sosial bidang kesehatan tersebar di Kalimantan dan Jawa. Dalam pengembangan keahlian tenaga pelayan kesehatan, Yayasan mengembangkannya melalui program beasiswa yang telah menghasilkan banyak tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi keahlian bidang keilmuan tenaga paramedis dari disiplin ilmu antara lain: SPK, Bidan, Akper, Farmasi, Analis Kesehatan, Rekam Medik, Fisiotrafi, Ahli Gizi, Keperawatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan masyarakat Sekretaris, Ekonomi, dan sebagainya.

YPKA konsen dengan program-program yang berhubungan dengan pengembangan kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat baik bersifat preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif. YPKA menyelenggarakan program-program kemanusiaan seperti: program operasi sumbing, membantu anak cacat maupun penyakit bawaan sejak lahir dengan menjalin kerja sama dengan lembaga lain baik dari dalam maupun luar negeri. YPKA memfasilitasi kegiatan penanganan pasien dengan penyediaan tenaga dokter ahli spesialis. Bahkan, dalam kegiatan-kegiatan tersebut terdapat pasien-pasien yang dirujuk dari luar Kalimantan Barat.

Selain program kemanusiaan, yayasan juga menyelenggarakan program peningkatan derajat kesehatan masyarakat pedalaman melalui program lebih dikenal dengan program PHC (Primary Health Care) dengan sasaran program yaitu ; peningkatan jumlah posyandu baru, Pembinaan posyandu lama, Memberantas penyakit menular (seperti; TBC, penyakit kulit), program Sanitasi, pelatihan kader posyandu dan pelatihan dukun melahirkan.

Kepemimpinan Yayasan telah mengalami beberapa perubahan, yang memegang pelaksana eksekutif Yayasan dengan jabatan Kepala Kantor meliputi: Sr. Marie-Anne Kras, OSA (1990-1996); Sr. Agustini, OSA (1997-2002); Sr. Albertina, OSA (2002-2004); Sr. Adriana OSA (2004-2007); Sr. Adriana OSA (2007-2014) dan Sr. Felisitas Nikola Saptari, OSA (2014 – sekarang).

Bagi Tuhan hati bernyala, Bagi sesama hati penuh cinta, Bagi diri sendiri hati baja

- Santo Augustinus -